Skip to main content

2 Mantan Perangkat Desa Sugihwaras Jalani Sidang Pemeriksaan Terdakwa Kasus Korupsi

Caption: Tangkapan layar sidang virtual dengan agenda pemeriksaan terdakwa Sutrisno dan Rudi, Kamis (10/6/2021). Foto: Tim Penerangan Kejari Nganjuk.

Nganjuk – Dua mantan Perangkat Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yakni Sutrisno dan Rudi Setiawan menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Kamis (10/6/2021).

Sutrisno merupakan mantan Bendahara Desa, sedangkan Rudi Setiawan ialah mantan Sekretaris Desa Sugihwaras.

Sidang yang dilakukan secara virtual itu dilangsungkan di dua tempat berbeda. Yakni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya, dan di Rutan Kelas IIB Nganjuk.

“Persidangan (tersebut terkait) perkara tindak pidana korupsi, perbantuan atau permufakatan jahat penyalahgunaan APBDes di Desa Sugihwaras atas nama terdakwa Sutrisno dan terdakwa Rudi,” demikian rilis tertulis dari Tim Penerangan Kejari Nganjuk.

Majelis hakim dalam persidangan tersebut dipimpin oleh Dede Suryaman. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini ialah Andie Wicaksono dan Sri Hani Susilo.

Dalam perkara ini, Sutrisno dan Rudi didakwa dengan dakwaan pertama primair pasal 2 Ayat (1) Jo pasal 15 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsidair pasal 3 Jo pasal 15 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Atau kedua: pasal 9 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” sebut pihak Kejari Nganjuk.

Adapun para terdakwa diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kurun waktu sejak dari Bulan September 2016 sampai Bulan April 2018, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu antara tahun 2017 sampai tahun 2018.

“Yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 651.155.327 atau dibulatkan menjadi Rp 651.155.000,” pungkas Tim Penerangan Kejari Nganjuk.

Setelah ini kedua terdakwa masih harus menjalani sidang lanjutan pada Kamis (17/6/2021). Agendanya yakni pembacaan surat tuntutan oleh JPU.

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari laporan warga ke Kejari Nganjuk beberapa tahun lalu. Mereka melaporkan dugaan mark up proyek pavingisasi di Desa Sugihwaras.

Buntut dari laporan tersebut, mantan Kades Sugihwaras Heri Indiyanto akhirnya ditetapkan menjadi tersangka pada 16 Desember 2019. Penetapan itu setelah pihak Kejari Nganjuk mengantongi hasil audit mark up sejumlah proyek DD dan ADD.

Nah, dalam prosesnya Heri Kawul, julukan Heri Indiyanto, turut menyeret dua mantan anak buahnya yakni Sutrisno selaku mantan Bendahara Desa dan Rudi Setiawan selaku mantan Sekretaris Desa Sugihwaras.

Kedua mantan perangkat tersebut berperan aktif membantu Heri Kawul dalam mengorupsi DD.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->