Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

186 Peserta Deklarasikan Dukungan Sekolah Siaga Kependudukan di Nganjuk

Pemkab Nganjuk, Marhaen Djumadi, memberikab sambutan dalam kegiatan Pertemuan Sosialisasi Advokasi SSK dan Deklarasi Dukungan Komitmen SSK Tahun 2026 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (12/2/2026)

Nganjuknews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar Pertemuan Sosialisasi Advokasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dan Deklarasi Dukungan Komitmen SSK Tahun 2026 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (12/2/2026).

Sebanyak 186 peserta hadir dalam kegiatan tersebut.

Peserta berasal dari unsur Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Nganjuk, Koordinator Penyuluh KB, serta kepala sekolah dan madrasah jenjang SD hingga SMA/SMK dan MA se-Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan komitmen penguatan Sekolah/Madrasah Siaga Kependudukan, sebagai bentuk dukungan integrasi pendidikan kependudukan dalam proses pembelajaran.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, dalam laporannya menegaskan bahwa pendidikan kependudukan merupakan langkah strategis membangun kesadaran generasi muda.

Materi kependudukan dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap dan perilaku sadar kependudukan, serta menumbuhkan kesadaran kesehatan reproduksi di kalangan remaja.

Melalui program SSK, materi kependudukan diharapkan terintegrasi dalam mata pelajaran.

Selain itu, peran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta program Generasi Berencana diperkuat guna mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan pendidikan kependudukan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga keluarga dan masyarakat.

Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi, menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan perencanaan hidup sejak dini.

“Hidup itu harus direncanakan. Nikah umur berapa, mau jadi apa, itu harus dipikirkan sejak sekarang. Jangan bosan mengingatkan anak-anak tentang masa depan dan keluarga berencana,” tegasnya.

Menurutnya, generasi yang memiliki mental kuat dan perencanaan matang akan tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul.

Dengan fondasi tersebut, generasi Nganjuk diyakini siap menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.