Kang Marhaen Salurkan Bantuan Sosial untuk Putus Rantai Kemiskinan di Nganjuk, Dorong Jadi Modal Usaha
Nganjuknews.com
– Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, tancap gas memutus rantai kemiskinan
ekstrem.
Melalui penyaluran Bansos
dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada 601 warga penerima manfaat di
Pendopo Kabupaten, Rabu 8 April 2026, Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi,
menegaskan bahwa bantuan tidak boleh berhenti sebagai konsumsi sesaat.
Penyaluran bansos ini
menjadi momentum penting untuk mendorong warga bangkit dari tekanan ekonomi.
Kang Marhaen secara
tegas mengingatkan agar kemiskinan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Kemiskinan
turun-temurun harus dipangkas. Masa lalu boleh susah, tapi anak cucu kita harus
sekolah dan sukses. Ubah mental dan perkuat doa," tegasnya.
Ia menekankan bahwa
perubahan pola pikir menjadi kunci utama, seiring dengan intervensi bantuan
yang tepat sasaran. Pemerintah, kata dia, tidak hanya hadir memberi, tetapi
juga mendorong kemandirian.
Senada dengan itu,
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menggarisbawahi pentingnya
pemanfaatan bantuan sebesar Rp1,5 juta per orang sebagai modal produktif.
Mas Handy, sapaan karib
Trihandy Cahyo Saputro, mengingatkan agar dana tersebut digunakan untuk usaha
kecil atau ternak yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
"Uang ini harus
jadi penghasilan berkelanjutan. Dinas Sosial akan mendampingi Bapak Ibu agar
usaha yang dirintis bisa berjalan. Kita pastikan bantuan diterima tunai dan
utuh tanpa potongan sepeser pun," dorong Mas Handy.
Kegiatan yang
berlangsung tertib ini turut dihadiri jajaran Asisten Sekda, Kepala Dinas
Sosial, Bappeda, BPS, serta pimpinan Bank Jatim.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Nganjuk melalui pendampingan ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.
