Skip to main content

Bangkit dari Covid-19, Warga Magelang Modifikasi Helm Klasik

KabarNasional, Magelang – Sejumlah warga Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, mencoba bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Mereka berinovasi.

Kabar Nasional, Ubah Laku, Magelang, Kota Magelang, Wali Kota Magelang
Caption: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kanan) memegang dan melihat produk helm sepeda di Kelurahan Potrobangsan. (Foto: Dokumentasi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang/nganjuknews.com)

Di tengah tren bersepeda di masa pandemi Covid-19, warga Potrobangsan melihat peluang. Mereka lantas berbisnis helm sepeda. Tak sembarang helm yang dijual, helm itu merupakan produk warga Potrobangsan sendiri.

Untuk menarik minat pasar, warga Potrobangsan memberikan beberapa sentuhan. Helm yang mereka jual sebagian dimodifikasi, modelnya dikombinasikan antara helm zaman dulu, model klasik, dengan masa sekarang.

Salah satu produsen helm sepeda di Potrobangsan, Joni Haryanto menjelaskan, helm sepeda yang ia produksi merupakan modifikasi zaman dulu. Hasil modifikasinnya, kata Joni, kini tampak kekinian, ringan dan nyaman di kepala.

“Keunggulan produk kita lebih ringan saat dipakai, lebih nyaman karena ada sirkulasi udara yang lancar, tahan lama, dan jika jatuh tidak langsung rusak,” kata Joni dalam keterangan tertulis dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang yang diterima nganjuknews.com, Kamis (5/11/2020).

Bagi masyarakat yang ingin memesan helm sepada buatan warga Potrobangsan tak perlu risau. Lantaran kini produk tersebut, termasuk helm sepeda buatan Joni, telah dipasarkan lewat medsos maupun platform online lain. 

“Kami juga sudah menjual melalui online,” tutur Joni.

Inisiatif dan kreatifitas warga Potrobangsan ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito. Ia kagum dengan kegigihan warga yang mencoba bangkit dari keterpurukan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Hanya kreativitas yang bisa terus tumbuh, sehingga pemulihan ekonomi di tengah pandemi bisa ditangani dengan cepat,” ujar Sigit di sela program sosialisasi adaptasi kebiasaan baru produktif dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Potrobangsan, hari ini.

Menurut Sigit, usaha masyarakat untuk tetap bertahan di tengah pandemi harus diapresiasi. Kisah inspirasi ini diharapkan dapat memotivasi warga lainnya yang tak luput dari dampak pandemi Covid-19 di Kota Magelang.

“Saya bangga terus terang. Karena di situasi serba sulit sekarang muncul pebisnis baru, pengusaha baru, yang mampu membangkitkan kembali perekonomian kita,” sebut Sigit.

“Apalagi usaha helm sepeda yang tadi saya lihat ini dijual online. Harapan saya tentu bisa memberikan inspirasi bagi yang lainnya. Ayo bareng-bareng kreatif memulihkan ekonomi,” sambung sang wali kota.

Sementara di tengah sosialisasi di Potrobangsan, Pemkot Magelang turut menyalurkan bantuan 168 paket sembako berisi 20 kg beras, minyak, satu dus mi instan, kecap dan bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya.

Sistem penyaluran bantuan dilakukan secara door to door untuk menghindari penumpukan massa, sehingga dapat meminimalisir potensi penularan Covid-19.

“Ini juga dalam rangka melihat warga saya di tengah pandemi. Termasuk menguatkan Satgas Jogo Tonggo sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 di tingkat RW se-Kota Magelang,” pungkas Sigit.

Reporter: Usman H

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->