Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lewat Evaluasi Kader, Pemkab Nganjuk Mantapkan Strategi Cegah Stunting dan Risiko Tinggi Ibu Hamil

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat menghadiri kegiatan Evaluasi Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Balita Gizi Buruk, yang digelar di Gedung Wanita Nganjuk, Jumat 7 November 2025

Nganjuknews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus memperkuat langkah pencegahan stunting dan penanganan risiko tinggi pada ibu hamil.

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Balita Gizi Buruk, yang digelar di Gedung Wanita Nganjuk, Jumat 7 November 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Ketua TP PKK Ny Yuni Marhaen, Ketua Bidang I TP PKK Ny dr Widhi Nastiti Trihandy, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Nganjuk, direktur rumah sakit, serta ratusan kader kesehatan dengan total peserta mencapai 465 orang.

Acara ini menjadi wadah konsolidasi lintas sektor, sekaligus forum penguatan peran kader dalam memberikan edukasi kepada keluarga mengenai risiko kehamilan dan perbaikan gizi balita.

Selain laporan panitia dan sambutan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan apresiasi bagi kader berprestasi, penampilan penyuluhan kesehatan, serta kuis interaktif berhadiah.

Dalam sambutannya, Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader dalam mendukung program kesehatan daerah.

Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Nganjuk.

“Gizi orang Nganjuk harus kita jaga betul, karena sepintar apa pun, setinggi apa pun jabatan, kalau tidak sehat tidak ada artinya,” ujar Kang Marhaen.

Kang Marhaen juga menekankan pentingnya dukungan anggaran sektor kesehatan, termasuk dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), serta pelaksanaan Training for Trainer (ToT) bagi kader guna memperkuat kapasitas edukasi masyarakat di tingkat desa.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Pemkab Nganjuk berharap seluruh pihak semakin solid dalam mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak di seluruh wilayah kabupaten.