Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prestasi 3 Tahun Beruntun, Kang Marhaen Apresiasi Capaian Desa Berseri Terbanyak se-Jatim

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, foto bersama warga dalam kegiatan Peringatan HPSN 2025 di Halaman Kantor DLH Kabupaten Nganjuk, Jumat (12/12/2025)

Nganjuknews.com – Semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan di Kabupaten Nganjuk kembali mendapat pengakuan.

Pada puncak Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 yang digelar di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Jumat 12 Desember 2025, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan apresiasi atas capaian membanggakan daerahnya sebagai kabupaten dengan Desa/Kelurahan Berseri terbanyak se-Jawa Timur selama tiga tahun berturut-turut mulai 2023 hingga 2025.

“Prestasi ini merupakan bukti bahwa gerakan lingkungan di Nganjuk telah tumbuh menjadi kekuatan kolektif yang melibatkan banyak pihak,” jelas Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh desa, kelurahan, sekolah, bank sampah, dan perusahaan yang menerima penghargaan di tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Marhaen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memperindah wajah Kabupaten Nganjuk, dimulai dari pusat kota.

Ia menyoroti pentingnya menjaga kebersihan Alun-alun Nganjuk sebagai jantung kabupaten, serta mengajak sekolah-sekolah di sekitarnya, termasuk SMPN 1 Nganjuk, untuk melaksanakan aksi bersih-bersih secara rutin sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini.

Selanjutnya, Kang Marhaen mendorong pemerintah desa, kelurahan, sekolah, dan camat untuk memperkuat gerakan menanam pohon.

Menurutnya, gerakan ini bukan hanya mempercantik ruang hidup, tetapi juga menjadi investasi ekologis jangka panjang.

“Setiap pohon yang ditebang harus diganti dengan sepuluh bibit baru, agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.

Dalam momen itu, Kang Marhaen juga mengajak seluruh penerima penghargaan, termasuk pemenang Lomba Berseri dan Lomba Bank Sampah B3, untuk aktif mempublikasikan kegiatan positif mereka.

Publikasi tersebut, menurut Kang Marhaen, dapat menjadi media edukasi dan inspirasi, agar keberhasilan satu wilayah dapat menular dan gerakan menjaga lingkungan semakin meluas.