Skip to main content

KOKAM Nganjuk Gelar Refleksi Milad ke-55

Nganjuknews.com - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Nganjuk mengelar refleksi milad Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) ke-55, di Masjid Mas Mansyur SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk, Kamis (1/10/2020).

Suara Komunitas, Muhammadiyah
Caption: Suasana refleksi milad KOKAM ke-55 di Masjid Mas Mansyur SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk, Kamis (1/10/2020). 

Refleksi milad ini mengambil tema ‘KOKAM tangguh dalam kemanusiaan dan berkemajuan untuk alam semesta’. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kader KOKAM Kabupaten Nganjuk, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Pelaksaan refleksi ini bertepatan dengan peringatan hari kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Sebab, lahirnya KOKAM tidak bisa dilepaskan dengan hiruk-pikuk G30S yang terjadi tahun 1965 silam.

Adapun refleksi milad ini dibuka pukul 18.30 WIB. Kegaitan ini diawali sambutan dari Ketua Umum PDPM Kabupaten Nganjuk, Danang Siswanto.

Dalam sambutannya, Danang menyampaikan bahwa mobilitas KOKAM dalam menjalankan misi kemanusian sangat luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya KOKAM dalam membantu masyarakat Nganjuk dalam melawan virus Corona.

“KOKAM Nganjuk mobilitasnya luar biasa. Termasuk di eksternal Muhammadiyah pun beberapa kali mencari kita membantu untuk relawan kemanusiaan dan pengamanan kegiatan,” ujar Danang di hadapan peserta refleksi, Kamis (1/10/2020).

“Di masa pandemi inipun kader KOKAM berusaha bermanfaat dengan melaksanakan penyemprotan desinfektan di berbagai tempat, serta bakti sosial pemberian sembako dan masker bagi yang membutuhkan,” lanjutnya.

Sementara Andik Joko dari Badan Pelaksana Operasional (BPO) KOKAM Nasional menjelaskan, KOKAM resmi terbentuk pada 1 Oktober 1965 atau 55 tahun. Terbentuknya KOKAM tak bisa dilepaskan dari insiden G30S 1965.

“Tepat pada hari ini, 1 Oktober, 55 tahun yang lalu KOKAM dibentuk untuk membantu keamanan pada waktu itu, karena ada G30S. Kita harus ingat sejarah, agar ideologi Pancasila tetap bertahan sampai kapanpun dan tidak terkikis oleh ideologi lain,” paparnya.

Mantan Ketua PDPM Nganjuk, M Maji menambahkan, sekarang ini terdapat dua peran peran KOKAM. Pertama menjadi relawan kemanusiaan saat terjadi bencana, dan kedua menjadi barisan pengamanan aset Muhammadiyah.

“Termasuk (peran) pembinaan aset SDM generasi muda Muhammadiyah,” sebut Maji.

Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas eksistensi KOKAM Nganjuk, dan atas peran KOKAM Nganjuk sebagai relawan kebencanaan dan keamanan di internal Muhammadiyah.

Penulis: Ari Jatmiko

Catatan: Redaksi nganjuknews.com menerima naskah berita kegiatan komunitas, organisasi kepemudaan, sosial dan kemasyarakatan yang berlangsung di Nganjuk. Lengkapi naskah yang dikirim dengan biodata diri dan foto kegiatan. 

Tulisan yang menarik akan diunggah di kanal Suara Komunitas. Isi naskah menjadi tanggung jawab penulis. Naskah bisa dikirim ke alamat email: redaksinganjuk@gmail.com

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->