Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Image

Pantau Vaksinasi Covid-19, Kang Marhaen: untuk Kejar Herd Immunity

Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk

Nganjuk – Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Gedung Wanita, Rabu (22/9/2021). Vaksin yang disiapkan dalam kegiatan ini yakni sebanyak 500 dosis yang diberikan di beberapa tempat.

Adapun sasaran vaksinasi ialah kalangan mahasiswa di Kota Bayu, sebutan Kabupaten Nganjuk.

Marhaen mengatakan, vaksinasi Covid-19 ini bertujuan untuk mengejar herd immunity atau kekebalan kelompok. Sebab presentase warga Kabupaten Nganjuk yang tervaksin masih kecil, berada di kisaran angka 39 persen.

“Dan akan ditargetkan dalam bulan ini bisa mencapai 50 persen, serta bulan depan paling tidak 70 persen,” ujar Marhaen di sela-sela meninjau vaksinasi di Gedung Wanita, Rabu (22/9/2021).

“Sehingga kita berharap betul tahun 2021 harus 100 persen semua masyarakat Kabupaten Nganjuk sudah divaksin baik dosis I maupun II,” lanjut pria yang akrab disapa Kang Marhaen ini.

Kendati telah divaksin, Marhaen meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati. Sebab, mobilitas dan kerumunan masyarakat sudah mulai kembali ramai.

“Kita harus selalu waspada, jangan sampai nanti periode ketiga Covid-19 akan naik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Vaksinator RS Bhayangkara Nganjuk, Diyan mengatakan, kegiatan vaksinasi yang diadakan ini merupakan bagian dari Vaksinasi Merdeka, dengan jenis vaksin yang disediakan adalah Astrazeneca.

Adapun pelaksanaan Vaksinasi Merdeka tersebut berjalan tanpa hambatan berarti. Ia menjamin petugas vaksinator telah berpengalaman.

“Semua berjalan lancar, tertib,” sebut Diyan.

Untuk diketahui, Kang Marhaen saat memantau vaksinasi di Gedung Wanita tak sendiri. Ia turut didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.

Kemudian dalam kegiatan itu turut diserahkan oksigen konsentrator untuk 20 puskemas di Kabupaten Nganjuk. Oksigen konsentrator itu adalah pemberian dari Perbakin Kabupaten Nganjuk.