Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjuangan Pahlawan Nasional Marsinah Jadi Inspirasi Santri Ponpes Al Ubaidah

Santri Ponpes Al Ubaidah saat menyambut Presiden Prabowo Subianto di kawasan sekitar Museum Marsinah, Sabtu (16/5/2026)

Nganjuknews.com – Ribuan santri Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, turut mengikuti arak-arakan Presiden Prabowo Subianto menuju Museum Marsinah, Sabtu (16/5/2026).

Di tengah ramainya penyambutan presiden, para santri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan peresmian museum yang didedikasikan untuk Marsinah, tokoh buruh perempuan nasional.

Bagi para santri, sosok Marsinah bukan sekadar nama dalam catatan sejarah. Perjuangannya dinilai menjadi simbol keberanian dan semangat memperjuangkan hak-hak kaum buruh di Indonesia.

Kehadiran para santri yang didominasi generasi muda itu juga menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan Marsinah yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo pada 10 November 2025.

Salah satu santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Yusac Khafiluddin, menilai Marsinah merupakan figur yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, terutama kalangan pekerja.

“Ibu Marsinah merupakan pejuang bangsa yang menggaungkan semangat kebangkitan kaum buruh. Ia menjadi sosok pahlawan bagi kelangsungan hidup banyak orang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan santri lainnya, Aminudin Alim Ibrahim. Ia mengatakan momentum tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi para santri untuk memahami nilai perjuangan dan semangat kebangsaan.

“Kami para santri yang sedang menjalani masa diklat di Ponpes Al Ubaidah menjadi termotivasi dengan perjuangan tokoh muda Indonesia seperti Ibu Marsinah,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Abdul Khohar, menyebut keterlibatan santri dalam penyambutan Presiden Prabowo merupakan bagian dari upaya pesantren memperluas wawasan kebangsaan generasi muda.

“Kegiatan ini menjadi terobosan bagi para santri agar menambah wawasan kebangsaan. Mereka jadi lebih mengenal jasa para pahlawan dan dapat menjadikannya sebagai motivasi dalam meniti kehidupan ke depan,” tuturnya.

Melalui momentum peresmian Museum Marsinah, pihak pesantren berharap para santri tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sejarah perjuangan bangsa dan nilai keadilan sosial di tengah masyarakat.