Kejar PAD, Pemkab Nganjuk Tertibkan Tunggakan Pajak Kendaraan Plat Kuning
Nganjuknews.com
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memperkuat upaya optimalisasi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui konsolidasi dan penagihan tunggakan pajak
kendaraan bermotor berpelat kuning.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/6/2026).
Agenda ini melibatkan Unit Pelaksana Teknis
Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT PPD), Polres Nganjuk, Dinas Perhubungan,
serta para pelaku usaha transportasi di Kabupaten Nganjuk.
Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan
kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam
membiayai berbagai program pembangunan.
Optimalisasi penerimaan pajak dinilai menjadi
kebutuhan penting di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Dana yang terkumpul dari sektor pajak akan digunakan
untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta layanan kesehatan yang
lebih merata bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan
bahwa kepatuhan membayar pajak merupakan bentuk kontribusi nyata para pelaku
usaha terhadap pembangunan daerah tempat mereka menjalankan aktivitas ekonomi.
“Uang njenengan
itu kita kembalikan ke pendidikan, termasuk beasiswa bagi 10.500 anak setiap
tahunnya, serta layanan kesehatan bagi seluruh warga yang sudah kita tanggung
melalui BPJS Kesehatan,” ujar Kang Marhaen dalam sambutannya.
Kang Marhaen juga menegaskan komitmen pemerintah
daerah dalam menjaga transparansi dan keterbukaan pelayanan publik.
Oleh karena itu, Pemkab Nganjuk membuka ruang
komunikasi langsung bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan maupun
berdiskusi terkait berbagai persoalan pelayanan publik.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat tata
kelola pemerintahan yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada
kepentingan masyarakat.
Melalui konsolidasi ini, Pemkab Nganjuk berharap tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor, khususnya kendaraan angkutan umum dan niaga berpelat kuning, semakin meningkat sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah dan keberlanjutan program pembangunan.
