Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

1.300 Pelajar Berkostum Warna-warni Kerajaan Nusantara Tumpah Ruah dalam Pawai Budaya HUT ke-81 RI di Nganjuk

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, bersama stakeholder terkait saat memberangkatkan Pawai Budaya dan Pembangunan Tingkat SMP/MTs yang digelar Selasa (11/8/2026)

Nganjuknews.com – Warna-warni kerajaan Nusantara tumpah di jalanan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sebanyak 1.300 pelajar SMP/MTs ambil bagian dalam Pawai Budaya dan Pembangunan Tingkat SMP/MTs yang digelar Selasa (11/8/2026).

Pawai yang diberangkatkan dari depan SMA Negeri 2 Nganjuk itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Nganjuk.

Selain menghidupkan suasana kemerdekaan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas dan apresiasi terhadap seni serta budaya Nusantara.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, mewakili Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memberangkatkan langsung para peserta pawai.

Dalam amanatnya, Mas Handy, sapaan karib Trihandy Cahyo Saputro, meminta pawai budaya tidak berhenti sebagai seremoni perayaan kemerdekaan.

Menurut dia, kegiatan tersebut harus menjadi pemantik bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pahlawan sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.

"Kami berharap pawai budaya ini bisa meningkatkan semangat kita pada peringatan kemerdekaan ke-81 di Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

“Ini menjadi pengingat perjuangan para pahlawan kita, dan mari kita terus melestarikan kebudayaan yang ada sampai saat ini dan seterusnya," lanjut Mas Handy.

Kemeriahan pawai semakin terasa ketika Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, di sela kesibukannya turut bergabung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Mereka menyapa masyarakat yang memadati sejumlah titik di sepanjang rute pawai.

Sebanyak 13 pleton perwakilan sekolah tingkat SMP/MTs ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Total peserta mencapai sekitar 1.300 pelajar.

Tak sekadar berjalan dalam barisan, para pelajar menyulap pawai menjadi pertunjukan sejarah. Mereka menampilkan visualisasi sejumlah kerajaan besar di Nusantara, mulai dari Majapahit, Mataram Kuno, Sriwijaya, hingga Kutai.

Kostum, atribut, dan ragam penampilan yang dibawakan para pelajar membuat suasana pawai semakin semarak. Antusiasme masyarakat pun terlihat di sepanjang rute perjalanan.

Pawai tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dapat diisi dengan seremoni.

Sejarah dan kebudayaan Nusantara juga dapat menjadi medium bagi generasi muda untuk mengenal akar sejarah sekaligus merawat identitas bangsa.