Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kang Marhaen di Forum IKA ITS: Dorong Inovasi Ikan Tawar Nganjuk

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat meneken MoU bersama stakeholder terkait dalam Forum Strategis Nasional dan Rapat Kerja IKA ITS PW Jatim 2026 di Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (11/8/2026)

Nganjuknews.com, Kota Surabaya – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mendorong penguatan sektor perikanan air tawar sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan menekan angka stunting.

Gagasan itu disampaikan dalam Forum Strategis Nasional dan Rapat Kerja IKA ITS PW Jatim 2026 di Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (11/8/2026).

Forum tersebut dihadiri Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi, bersama sejumlah pimpinan daerah se-Jawa Timur.

Kegiatan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan sektor usaha dalam mencari solusi atas berbagai persoalan daerah melalui inovasi teknologi.

Forum strategis itu ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, Ketua Umum PW IKA ITS Jatim, Eri Cahyadi, serta para kepala daerah yang hadir.

Sejumlah pembicara ahli turut menyampaikan gagasan dalam berbagai sesi.

Wakil Rektor IV ITS, Prof Agus Muhamad Hatta, membahas peran akademisi dalam sektor maritim.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero), Kharisma Febriansyah, menyoroti hilirisasi sektor perikanan dan kelautan.

Semangat kolaborasi lintas sektor tersebut sejalan dengan pandangan Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua PW IKA ITS Jatim, Cak Eri.

Ia menekankan pentingnya kepala daerah di Jawa Timur membangun sinergi, bukan mempertajam persaingan antardaerah.

Eri secara khusus mencontohkan perlunya integrasi antara daerah-daerah strategis seperti Nganjuk dan Lamongan dalam membangun ketahanan pangan.

Kolaborasi tersebut diarahkan agar rantai pasok pangan dapat bergerak lebih efektif, mulai dari petani hingga pasar, sekaligus menjaga stabilitas harga.

Menurutnya, kerja sama ekonomi antardaerah yang saling menopang dapat mendorong pemerataan kesejahteraan, menekan angka pengangguran, dan mengurangi derasnya arus urbanisasi masyarakat menuju Surabaya.

Menanggapi dorongan tersebut, Kang Marhaen langsung mengajukan gagasan strategis yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat dan pengentasan stunting di Nganjuk.

Sebagai daerah agraris yang tidak memiliki wilayah pesisir, Nganjuk tetap memiliki potensi perikanan yang dapat dikembangkan.

Karena itu, Kang Marhaen meminta kementerian terkait dan kalangan akademisi tidak hanya memusatkan pengembangan sektor perikanan pada kawasan laut.

Kang Marhaen mendorong agar potensi perikanan air tawar di Nganjuk turut mendapatkan perhatian.

Edukasi dan penguatan teknologi dinilai penting untuk memaksimalkan sektor tersebut sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Gagasan itu sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor perikanan untuk mengembangkan potensi lokal Nganjuk.