Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lepas Karnaval TK/RA, Kang Marhaen Titip Pesan Jaga Budaya Sejak Dini

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, melepas Pawai Budaya dan Pembangunan jenjang TK/RA se-Kecamatan Nganjuk, Minggu (9/8/2026)

Nganjuknews.com – Ribuan anak usia dini memenuhi ruas jalan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dalam Pawai Budaya dan Pembangunan jenjang TK/RA se-Kecamatan Nganjuk, Minggu (9/8/2026).

Sebanyak 2.000 siswa dari 46 lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) ambil bagian dalam karnaval yang berlangsung meriah tersebut.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, secara langsung melepas peserta dari titik pemberangkatan di Slumbung. Ribuan peserta cilik kemudian berjalan menuju garis finis di depan Pendopo Kabupaten Nganjuk.

Mengenakan beragam kostum adat Nusantara, anak-anak tampil penuh keceriaan.

Kreativitas mereka tidak hanya memperlihatkan keragaman budaya Indonesia, tetapi juga menjadi cara mengenalkan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi muda sejak usia dini.

Kegiatan diawali dengan apel persiapan. Setelah itu, sekitar 2.000 anak yang terbagi dalam 11 peleton bergerak beriringan menyusuri rute pawai sambil memamerkan kostum adat dan kreativitas bertema pembangunan.

Di tengah cuaca siang yang cukup terik, Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi, menyampaikan pesan singkat kepada para peserta, guru, dan orang tua.

Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum bulan Agustus sebagai kesempatan untuk kembali mengenang perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan Indonesia, setelah ratusan tahun berada dalam penjajahan.

“Tugas kita sekarang adalah bagaimana meneruskan api perjuangan,” tutur Kang Marhaen.

“Mari kita doakan semoga nenek moyang kita, para pahlawan yang telah gugur mendahului kita, diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, dan husnul khotimah,” sambungnya.

Pawai budaya tersebut tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan.

Ribuan anak usia dini diajak mengenal kekayaan budaya Nusantara sekaligus memahami bahwa semangat perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa dapat ditanamkan sejak bangku pendidikan paling awal.

Kemeriahan karnaval pun menjadi gambaran bahwa budaya dan semangat kebangsaan dapat diperkenalkan kepada anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan dekat dengan dunia mereka.