Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wakil Bupati Nganjuk ke Pelajar SMKN 1 Tanjunganom: Bijak Bermedsos, Jangan Pernah Benci Negara Sendiri

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, memberikan arahan dalam Sosialisasi “Pemantapan Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar” di SMKN 1 Tanjunganom, Senin (3/8/2026)

Nganjuknews.com – Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, atau akrab disapa Mas Handy, mengingatkan pelajar agar tidak mudah terseret arus informasi di media sosial.

Ia juga menegaskan satu pesan penting: jangan pernah membenci negara sendiri.

Pesan itu disampaikan Mas Handy saat memberikan arahan dalam Sosialisasi “Pemantapan Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar” di SMKN 1 Tanjunganom, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) 4, dan tim Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Nganjuk.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat wawasan kebangsaan pelajar.

Generasi muda dinilai perlu memiliki fondasi kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh informasi dan nilai yang bertentangan dengan kepentingan bangsa.

Mas Handy menyoroti tingginya intensitas penggunaan gawai dan media sosial di kalangan pelajar. Media sosial yang semula menjadi sarana komunikasi kini semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ia meminta pelajar tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang muncul di layar ponsel.

Kemampuan memilah informasi secara kritis diperlukan untuk menghindari konten negatif yang berpotensi memicu perpecahan dan disintegrasi bangsa.

Memasuki bulan kemerdekaan, Mas Handy juga menitipkan pesan patriotisme kepada para pelajar. Ia meminta generasi muda tidak kehilangan rasa cinta terhadap Indonesia.

"Jangan pernah sekali-kali membenci negara kalian. Jangan pernah membenci negara kita, yaitu Republik Indonesia," tegasnya.

Menurut Mas Handy, tantangan masa depan tidak cukup dijawab dengan prestasi akademik. Pelajar juga harus memiliki keimanan, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda.

Pelajar yang mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu menjadi jembatan aspirasi dan menyumbangkan gagasan konstruktif bagi daerah.

Tanpa sinergi dan keterlibatan aktif generasi muda, target kemajuan Kabupaten Nganjuk dinilai akan sulit diwujudkan.

Menutup arahannya, Mas Handy mendorong para pelajar SMEKTA untuk serius menempuh pendidikan dan mempersiapkan masa depan.

"Belajarlah yang baik, saya percaya siswa-siswi SMEKTA jadi lulusan terbaik, akan dapat pekerjaan yang baik-baik," pungkas Mas Handy.