Kang Marhaen Tekankan Konsep Servant Leadership ke Pendeta Nganjuk: Tak Sekadar Memimpin, Harus Melayani
Nganjuknews.com
– Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak
cukup hanya mampu memberi perintah, tetapi harus hadir sebagai pelayan bagi
masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan arahan
dalam Pembinaan Kepemimpinan Gereja yang diikuti 75 pendeta dari berbagai
wilayah di Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan yang digelar di Gereja Pentakosta Indonesia
(GPDI) Nganjuk, Rabu (5/8/2026), itu menjadi forum penguatan karakter dan kompetensi
para pemimpin jemaat.
Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten
Nganjuk, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk.
Dalam arahannya, Kang Marhaen menekankan pentingnya
menerapkan konsep servant leadership atau kepemimpinan yang melayani.
Menurut dia, kepemimpinan yang efektif lahir dari
keteladanan, bukan sekadar kewenangan.
Kang Marhaen juga mengingatkan para pemimpin jemaat
agar menjaga integritas, memiliki kedewasaan emosional, serta mempersiapkan
regenerasi melalui proses mentoring yang berkelanjutan.
Menurutnya, estafet kepemimpinan harus dipersiapkan
sejak dini agar organisasi maupun pelayanan tetap berjalan secara
berkesinambungan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari komitmen
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dalam memperkuat kolaborasi dengan seluruh
elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, untuk menjaga persatuan dan
membangun daerah.
Suasana pembinaan berlangsung hangat dan penuh
keakraban. Kehadiran jajaran pimpinan daerah bersama para pemimpin gereja
mencerminkan sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam menjaga kerukunan
serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Mengakhiri arahannya, Kang Marhaen mengajak seluruh
peserta untuk terus melayani masyarakat dengan sukacita.
"Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan," pesan Kang Marhaen.
