Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buka Workshop Psikoedukasi, Kang Marhaen Bekali Remaja Nganjuk untuk Lawan Bullying dan Kekerasan

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat memberikan arahan dalam kegiatan Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di SMA Aku Insan Cendekia Baittul Izza, Selasa 5 Mei 2026

Nganjuknews.com – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, resmi membuka Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di SMA Aku Insan Cendekia Baittul Izza, Selasa 5 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi, menegaskan pentingnya perlindungan remaja dari berbagai bentuk kekerasan, mulai fisik, psikis, hingga kekerasan digital seperti bullying.

Berdasarkan data yang dipaparkan, kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Nganjuk masih menjadi perhatian serius.

Tercatat 39 kasus terjadi sepanjang 2024, kemudian 35 kasus pada 2025, dan delapan kasus hingga April 2026.

Menurut Kang Marhaen, pendekatan psikoedukasi menjadi langkah penting untuk membangun ketahanan mental remaja, agar mampu menghadapi tekanan sosial maupun kekerasan di lingkungan sekitar.

"Metode psikoedukasi ini membekali anak-anak keterampilan praktis untuk membangun ketahanan diri," tegasnya.

Suasana workshop semakin hangat saat Kang Marhaen berbagi pengalaman pribadi tentang pentingnya keyakinan dalam meraih cita-cita.

Ia mengaku semasa kecil hanya bercita-cita menjadi guru sekolah dasar. Namun, keyakinan kuat membuatnya mampu mencapai posisi saat ini.

"Yang paling penting itu yakin. Dulu cita-cita saya hanya ingin jadi guru SD, tapi karena keyakinan kuat, saya bisa seperti sekarang," tuturnya.

Menjawab pertanyaan siswa terkait biaya pendidikan, Kang Marhaen memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk telah menyiapkan program beasiswa bagi pelajar berprestasi maupun siswa dari keluarga kurang mampu.

Beasiswa prestasi diberikan kepada siswa peringkat satu hingga tiga di kelas, sedangkan beasiswa afirmasi diperuntukkan bagi pelajar dari keluarga prasejahtera agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

Sebagai langkah konkret perlindungan anak, pemerintah daerah juga menyediakan layanan pengaduan terintegrasi.

Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan tindak kekerasan terhadap anak melalui Hotline Dinas Sosial PPPA di nomor 0852-3577-2020 atau CASA di nomor 0858-0883-7181.

Melalui sinergi tersebut, Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung anak-anak meraih masa depan yang lebih baik.