Mas Handy Minta OPD di Nganjuk Tinggalkan Data Bertumpuk, Beralih ke Peta Digital untuk Percepat Pembangunan
Nganjuknews.com
– Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, atau yang lebih familiar dengan
sapaan Mas Handy, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengubah
cara mengelola data dengan memanfaatkan visualisasi berbasis peta.
Langkah tersebut
dinilai penting, agar kebijakan pembangunan daerah lebih cepat, tepat sasaran,
dan berbasis data yang terintegrasi.
Arahan tersebut
disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Data dan Informasi
Geospasial Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika
(Diskominfo) Kabupaten Nganjuk di Ruang Rapat Roro Kuning, Rabu (5/8/2026).
Bimbingan teknis
tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk
mendukung Kebijakan Satu Peta, sekaligus memperkuat implementasi Satu Data
Indonesia di tingkat daerah.
Dalam arahannya, Mas Handy
menegaskan bahwa pengelolaan data tidak boleh lagi berhenti pada penyajian
tabel yang tebal dan sulit dipahami.
Menurut dia, data harus
disajikan dalam bentuk visual berbasis spasial agar lebih mudah dianalisis dan
dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
"Poin dari pertemuan
kita pada pagi hari ini yaitu segala data yang sudah dikumpulkan nanti akan
dibentuk dalam satu portal terpadu,” jelasnya.
“Hal ini akan sangat
membantu dan memudahkan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan ataupun
kebijakan yang lebih akurat ke depannya," lanjut Mas Handy.
Mas Handy menjelaskan,
integrasi data spasial antar-OPD akan mempercepat pelaksanaan berbagai program
pembangunan.
Visualisasi berbasis
peta dapat dimanfaatkan untuk memetakan kondisi infrastruktur jalan,
mengidentifikasi kawasan rawan bencana, hingga menentukan lokasi prioritas
intervensi penanganan stunting secara lebih akurat.
Bimbingan teknis
tersebut diikuti 50 peserta yang merupakan pengelola atau admin data dari 25
OPD di lingkungan Pemkab Nganjuk.
Untuk memperkuat
kapasitas peserta, Diskominfo menghadirkan dua narasumber dari Badan Informasi
Geospasial (BIG), yakni Agri Kristal, S.T., M.Eng., dan Anissa Rahmawati Timur,
S.T., M.T.
Keduanya memberikan materi mengenai tata kelola data geospasial yang berkualitas, konversi dan integrasi data, hingga penyusunan metadata sebagai fondasi pembangunan portal data terpadu.
